52 Tahun Majalah Tempo: Soal Cover Edisi Perkenalan dan Perdana

0

Pada 52 tahun lalu 6 Maret 1971, edisi perdana majalah Tempo terbit. Lebih dari 5 dekade, majalah Tempo hadir menyajikan beragam karya jurnalistik.

52 Tahun Majalah Tempo: Soal Cover Edisi Perkenalan dan Perdana

Melansir laman tempo.id, cover edisi pertama majalah Tempo yang terbit pada 6 Maret 1971 berjudul Film Indonesia: Selamat Datang, Sex.

Dalam daftar terbitan awal terdapat nama Yayasan Jaya Raya, Jaya Press sebagai penerbit.

Sebelumnya Tempo sudah mengeluarkan majalah edisi perkenalan tanpa tanggal pada Februari 1971 dengan sampul berjudul Tragedi Minarni dan Kongres PBSI.

ANOC World Beach Games 2023 di Bali Batal, PBSI Kecewa, tapi Terima Majalah Tempo berdiri tahun 1971 yang diawali dengan perundingan enam orang wartaman.

Mereka adalah Goenawan Mohamad, Harjoko Trisnadi, Fikri Jufri, Lukman Setiawan, Usamah, dan Christianto Wibisono.

Keenam orang itu berunding bersama Pendiri atau Ketua Yayasan Kaya Raya, Ciputra serta Eric Samola selalu sekretaris.

Rapat tersebut dilakukan di kantor Ciputra, di kawasan Proyek Senen.

Rapat kemudian dilanjutkan hingga tuntas pada malamnya di hari yang sama, di rumah Ciputra daerah Slipi, Jakarta Barat.

Dari perundingan tersebut disepakatilah terbentuknya majalah Tempo yang dimodali oleh Yayasan Jaya Raya.

Ada empat alasan mengapa majalah tersebut diberi nama Tempo.

Pertama, singkat dan bersahaja, mudah dilafalkan oleh lidah Indonesia dari segala jurusan.

Kedua, terdengar netral, tidak mengejutkan ataupun merangsang.

Ketiga, bukan simbol suatu golongan.

Keempat, makna “Tempo” sederhana yakni waktu sebuah pengertian yang dengan segala variasinya lazim digunakan banyak penerbitan jurnalistik di seluruh dunia.

Badminton Asia Junior Championships 2023 di Yogyakarta: Jadwal, Skuad Indonesia, Target, dan Lawan yang Diwaspadai Pada edisi-edisi awal, majalah Tempo mengetengahkan artikel seni, gaya hidup, dan perilaku yang sampai pada taraf tertentu terasa segar dan baru.

Dalam pengantar Tempo edisi pertama pada Maret 1971, digambarkan bagaimana filosofi dari Tempo itu sendiri.

Kala itu Goenawan Mohamad menulis: “Asas jurnalisme kami bukanlah jurnalisme yang memihak satu golongan.

Kami percaya kebajikan dan juga ketidakadilan, tidak menjadi monopoli satu pihak.

Kami percaya tugas pers bukanlah menyebarkan prasangka justru melenyapkannya, bukan membenihkan kebencian melainkan mengkomunikasikan saling pengertian.

Jurnalisme majalah ini bukanlah jurnalisme untuk memakai atau mencibirkan bibir, juga tidak dimaksudkan untuk menjilat atau menghamba.” Tempo memiliki nilai budaya yakni terpercaya, merdeka, dan profesional.

Terpercaya adalah menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, dan konsisten.

Merdeka diartikan sebagai memberikan ruang untuk kebebasan berfikir dan berekspresi.

Sementara profesional didefinisikan mempunyai kompetensi yang tinggi dalam bidangnya.

PUSPITA AMANDA SARI Pilihan editor : 52 Tahun Majalah Tempo: Tragedi Minarni, Pembredelan, Bom Molotov

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *