5 Perbedaan Asuransi Kematian Syariah Dan Asuransi Konvensional
Ajal bisa datang menjemput kapan saja, selagi masih hidup mulailah melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya, salah satunya adalah dengan membeli asuransi jiwa untuk keluarga tercinta. Sehingga kehidupan mereka tidak menjadi susah ketika tertanggung meninggal dunia nanti. Asuransi jiwa yang hadir di Indonesia ini pada dasarnya punya banyak jenis, diantaranya adalah asuransi konvensional serta produk asuransi kematian syariah.
Pengertian Asuransi Jiwa
Sebelum membahas lebih dalam mengenai asuransi jiwa, maka penting untuk tahu terlebih dahulu sebenarnya apa itu asuransi jiwa? Mengapa banyak orang memilih untuk membeli dan menggunakan produk keuangan yang satu ini. Asuransi jiwa adalah sebuah produk keuangan dengan fungsi proteksi. Perjanjian diantara kedua belah pihak, yaitu perusahaan asuransi dengan nasabah. Dimana nasabah asuransi ini nantinya akan membayarkan sejumlah uang pertanggungjawaban, dengan perusahaan yang memiliki kewajiban untuk memproteksinya, membayarkan sejumlah uang sebagai manfaat asuransi ketika tertanggung meninggal dunia.
Meskipun pada dasarnya setiap orang punya risiko yang sama untuk bisa meninggal dunia, namun juga harus dipahami bahwa tidak semua orang wajib untuk membeli asuransi ini. Hanya kalangan yang punya peran penting saja, seperti diantaranya adalah pencari nafkah atau tulang punggung keluarga, orang-orang yang punya utang jangka panjang serta bekerja di sektor yang beresiko tinggi, inilah yang lebih disarankan punya proteksi dari asuransi jiwa.
Asuransi Jiwa Syariah Vs Asuransi Jiwa Konvensional
Di Indonesia sendiri selain keberadaan dari asuransi jiwa konvensional, maka Anda juga akan banyak menjumpai produk asuransi kematian syariah. Karena bagaimanapun Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim. Sehingga produk-produk keuangan yang berbasis syariah ini juga lebih diminati. Lalu sebenarnya hal apa sajakah yang membedakan diantara kedua produk tersebut? berikut yang wajib diketahui, yaitu :
- Prinsip yang digunakan, kedua asuransi ini jelas berbeda dari segi prinsipnya, dimana dalam asuransi syariah lebih mengutamakan pada prinsip tolong menolong atau gotong royong antar sesama peserta asuransi tersebut. Jadi ketika ada yang mengalami kesusahan maka nantinya akan dibantu. Sedangkan dalam asuransi konvensional ini prinsip yang digunakan adalah ganti rugi, yaitu perusahaan akan memberikan ganti rugi kepada peserta asuransi ketika terjadi musibah atau masalah, sesuai dengan ketentuan yang disepakati sebelumnya.
- Pengawasan dana, asuransi konvensional diawasi secara langsung oleh OJK atau yang dikenal sebagai otoritas jasa keuangan, berbeda dengan asuransi syariah yang pengawasannya dilakukan oleh dewan khusus yang dikenal sebagai DPS serta MUI juga, sehingga bisa digunakan untuk menjamin produk tersebut halal.
- Sistem kepemilikan dana, dalam asuransi syariah uang yang dibayarkan sebagai kewajiban kontribusi atau iuran yang dilakukan oleh peserta, nantinya akan tetap menjadi milik peserta asuransi tersebut. Karena disini perusahaan asuransi hanya bertindak sebagai pengelola dana tersebut bukan pemilik. Namun berbeda dengan asuransi konvensional dimana nantinya uang yang masuk akan langsung jadi hal milik perusahaan. Namun perusahaan memiliki tanggung jawab atas ganti rugi yang dilakukan kepada nasabah ketika kelak mengalami masalah.
- Dana hangus, risiko dana hangus ini terdapat dalam asuransi konvensional, yaitu ketika tidak terjadi klaim selama jangka waktu perlindungan, maka uang asuransi tersebut akan hangus dan tidak dapat dikembalikan. Namun dalam asuransi syariah tidak mengenal adanya dana hangus, karena uang kontribusi akan tetap dikembalikan kepada nasabah, sekalipun tidak ada klaim, selama polis masih aktif.
- Zakat, dalam asuransi syariah mewajibkan bagi setiap peserta untuk menunaikan zakat sesuai dengan kewajiban sebagai seorang muslim untuk membersihkan harta. Namun dalam asuransi konvensional tidak mengenal adanya istilah zakat, sehingga peserta tidak diwajibkan untuk membayar zakat tersebut.
Itulah diantaranya beberapa perbedaan mendasar antara asuransi kematian syariah dan konvensional, sehingga jangan sampai salah pilih. Tidak ada aturan juga bahwa asuransi syariah hanya bisa dibeli oleh muslim, semua orang bebas untuk membelinya. Anda bisa mendapatkan produk terbaik diantaranya adalah dari I Love Life Astra, layanan berbasis digital yang mudah untuk dibeli, manfaatnya juga besar hingga 2 miliar rupiah, sedangkan untuk asuransi jiwa konvensional manfaat mencapai 5 miliar rupiah.