7 Kesalahan Perekat Ubin yang Perlu Dihindari
Menggunakan perekat keramik adalah solusi untuk memastikan keramik lantai maupun dinding terpasang dengan kuat, tahan lama, dan memiliki tampilan estetis yang rapi. Teknologi ini kini jauh lebih praktis dibandingkan metode konvensional seperti semen biasa. Namun, meskipun lebih efisien, penggunaan perekat keramik tetap membutuhkan ketelitian. Tanpa teknik yang benar, hasilnya justru bisa mengecewakan jika keramik mengelupas, tidak rata, atau bahkan rusak dalam waktu singkat.
Kesalahan dalam penggunaan perekat keramik bukan hanya menjadi tanggung jawab tukang atau aplikator. Pemilik bangunan, pengawas proyek, hingga penyedia bahan bangunan juga sebaiknya memahami prinsip dasar penggunaannya agar bisa menghindari risiko-risiko yang bisa muncul. Untuk itu, simak beberapa kesalahan umum berikut ini yang perlu dihindari saat mengaplikasikan perekat keramik.
- Area Pemasangan Keramik tidak Dibersihkan dengan Benar
Salah satu kesalahan paling mendasar adalah tidak membersihkan area pemasangan sebelum menggunakan perekat. Debu, pasir, minyak, atau sisa-sisa material lama dapat mengganggu daya rekat perekat keramik. Akibatnya, keramik tidak menempel sempurna dan lebih mudah terangkat seiring waktu.
Membersihkan permukaan dengan menyapu saja tidak cukup. Gunakan sikat kasar, lap basah, atau bila perlu kompresor udara untuk membersihkan secara menyeluruh. Area yang bersih adalah fondasi utama dari hasil pemasangan yang maksimal.
- Mengabaikan Pengukuran Area
Kesalahan lainnya adalah tidak mengukur area kerja secara akurat. Pengukuran ini penting bukan hanya untuk menentukan jumlah keramik yang dibutuhkan, tetapi juga menghitung berapa banyak perekat yang diperlukan. Tanpa pengukuran, bisa saja perekat yang disiapkan terlalu sedikit atau malah berlebih, yang keduanya merugikan.
Perekat yang terlalu sedikit akan menyebabkan permukaan tidak tertutup rata dan menurunkan daya rekat. Sedangkan jika terlalu banyak, material terbuang sia-sia dan biaya proyek pun membengkak.
- Rasio Campuran Tidak Sesuai
Perekat keramik, terutama jenis instan atau tile adhesive, memiliki aturan pencampuran yang harus diikuti. Umumnya, campuran air dan bubuk harus sesuai takaran agar konsistensinya ideal, tidak terlalu kental atau terlalu encer. Campuran yang salah bisa menyebabkan perekat kehilangan kekuatan atau terlalu cepat mengering sebelum diaplikasikan.
Sayangnya, masih banyak pekerja yang mencampur bahan berdasarkan “kira-kira”, tanpa menimbang atau mengukur sesuai petunjuk produsen. Kebiasaan ini bisa mengakibatkan kegagalan total dalam pemasangan.
- Aplikasi Perekat Tidak Merata
Permukaan bidang dan perekat harus diratakan sebelum pemasangan keramik dilakukan. Jika tidak, keramik bisa terpasang dalam kondisi bergelombang, tidak sejajar, dan mudah pecah karena tekanan tidak tersebar merata.
Gunakan trowel bergerigi saat mengaplikasikan perekat agar sebarannya rata. Selain memastikan daya rekat optimal, teknik ini juga mendukung pemasangan keramik yang presisi dan estetis.
Pemasangan keramik dengan menggunakan perekat memang memberikan banyak keunggulan, namun tetap memerlukan perhatian terhadap detail. Mulai dari persiapan permukaan, pengukuran, pencampuran bahan, hingga teknik aplikasinya harus dilakukan dengan benar.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, Anda bisa memastikan bahwa keramik terpasang kuat, tahan lama, dan tampil sempurna. Baik pemilik bangunan maupun pelaksana proyek sebaiknya memahami hal ini untuk hasil akhir yang maksimal.